Serupa lah engkau mercusuar
Yang walau sendiri
Tak jengah berdiri tegak
Menjelmalah engkau batu karang
Yang tak menyerang menentramkan
Amarah
Ombak gelombang
Seakanlah engkau kunang-kunang
Yang tetap setia memberi cahaya
Meski sadar tak kan pernah ia benar-benar terang
Laksana lah engkau sebatang laut
Yang bergeming
Iklas menerima kotoran sungai
Meski sempit kesempatan tak ikut tercemar
Bercengkamalah engkau pada setiap
Inci dirimu
Mengertilah bahwa semestinya engkau mampu
Menjadi lampu taman
yang menerangi jalan
Bukan yang menerangi rembulan
Begitulah kau akan sanggup
Menafsirkan seberapa berharga
Diri
dan kehidupan mu sesungguhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar